7 Buku yang Harus Dibaca Setiap Mahasiswa

(Source:www.img1.wikia.nocookie.net)


1. Admission – Jean Hanff Korelitz

Setiap mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di universitas telah menghadapi, atau akan menghadapi, penolakan. Korelitz mengeksplorasi proses penerimaaan yang misterius dan perubahannya melalui waktu, lalu melalui Portia dan juga seorang petugas di departemen pemerimaan mahasiswa di kampus yang terletak di Princeton. “Mahasiswa yang baik, pemain bola yang baik, penulis yang baik, dan hampir secara kepribadian baik, Portia tahu benar apa yang akan terjadi pada pendaftaran kampusnya jika itu tiba dengan penampilan yang kurang bagus di kamar itu hari ini.” Dia menjelaskan apa yang mereka cari saat ini “atlit Olympic, penulis buku yang telah dipublikasi, pemenang Siemens, artis panggung besar atau pekerja film, pemain biola di kompetisi internasional Tchaikovsky…. Juara judo nasional” bukan mahasiswa dengan pengetahuan luas. Hal utama untuk dipahami ialah entah anda diterima atau ditolak dari universitas, hal tersebut tidak menentukan kemampuan, nilai dan keuntungan mereka.

“Penerimaan. Penerimaan. Bukankah ada dua sisi di dunia? Dan dua sisi yang berlawanan…. Ini berhubungan dengan apa yang kita biarkan masuk, akan tetapi juga dengan apa yang kita biarkan keluar.”
(Source:www.ecx.images-amazon.com)


2. An Abundance of Katherines – John Green

Lucu dan sedikit aneh, buku ini menceritakan tentang Collin, anak genius yang terdampar, setelah lulus dari sekolah menengah atas karena ia mencoba untuk bangkit kembali dari akhir yang pahit (putus) yang ke-19 kali dengan Katherine. Diyakinkan oleh teman baiknya Hassan, yang obesitas dan sangat menyayanginya, untuk pergi jalan-jalan di Gutshot Tennessee untuk menyembuhkan rasa depresi yang dialami Colin. Di Gutshot, Colin melakukan pembuktian teorema matematika dengan harapan untuk memprediksi hubungan percintaan apapun di masa depan. Green mengeksplorasi tema yang kokoh tentang, tidak menjadi cukup baik dan dalam mengatasi banyak tekanan yang dialami oleh mahasiswa-mahasiswa muda saat ini. Novel ini sangat lucu dan mudah di baca, serta memiliki jumlah matematika yang pas!

“Dirimu berharga sama banyaknya dengan hal-hal yang berharga bagimu. Dan aku sangat terfokus ke masa lalu serta mencoba untuk menghargai sebuah hai. Selama ini, terdapat hal-hal nyata yang dapat kupedulikan: nyata seperti orang-orang yang peduli padaku, dan tempat ini. Sangat mudah untuk terdampar di satu titik. Dirimu tertangkap dalam menjadi sesuatu, menjadi orang special atau orang keren atau apapun, sampai pada titik dimana anda tidak tahu mengapa anda membutuhkannya; anda hanya berpikir anda membutuhkannya.”
(Source:www.ecx.images-amazon.com)


3. Guns, Germs and Steel – Jared Diamond

Di buku Guns, Germs and Steel dengan sub judul The Fates of Human Societies, Diamond mendiskusikan perbedaan masyarakat di seluruh dunia dan bagaimana ketidaksejajaran bertahan. Dia dengan keras berdebat bahwa apapun keuntungan yang dimiliki orang-orang Eropa dalam menguasai dunia, lebih kesisi geografis dibandingkan dengan sisi genetik dan juga menjelaskan tentang tiga alat dalam penjajahan arsenal yaitu senjata, bakteri dan besi. Meskipun buku ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1997, menurut kita buku ini merupakan bacaan penting buat mahasiswa manapun yang akan ke universitas. Buku ini akan memberikan anda sebuah latar belakang tentang politik secara global dan membantu kemampuan anda dalam pembicaraan apapun mengenai politik, sejarah, ekonomi dan sosiologi.

“Ini mengundang sebuah pencarian mengenai penyebab akhir: kenapa orang-orang eropa, dibandingkan dengan orang afrika atau orang asli amerika pada akhirnya berakhir dengan senjata, bakteri paling mematikan, dan besi?”
(Source:www.i.kinja-img.com)


4. How To Be A Person – Lindy West, Dan Savage, Christopher Frizzelle, Bethany Jean Clement and the staff of the Stranger

Anda mungkin telah membaca setiap buku panduan universitas yang disediakan, akan tetapi dari semua buku yang anda baca, tidak ada yang mengajari anda tentang tips untuk menggoda orang-orang kutu buku, bagaimana cara mengubah PDKT menjadi hubungan yang sebenarnya, bagaimana cara menulis kalimat yang tepat, dan hal-hal lain yang sebenarnya berguna untuk beradaptasi di kehidupan universitas. Buku ini harus dibaca oleh mahasiswa universitas. Ini merupakan buku nasehat mengenai realita-realita universitas dan sitasi-situasi rumit yang akan anda hadapi. Dengan penulis dari latar belakang dan universitas yang berbeda-beda, penuntun kehidupan universitas ini sangatlah penting bagi setiap mahasiswa yang takut menghadapi masa transisi.

(Source:www.ecx.images-amazon.com)


5. Starter for Ten – David Nicholls

Dengan sedikit drama, beberapa harapan dan banyak kebingungan, buku ini mengeksplorasi semua ketidakpastian yang akan kita hadapi, entah itu cinta yang bertepuk sebelah tangan atau ketakutan dimana anda merasa tidak sebaik yang anda pikirkan. Buku ini menunjukan perjuangan-perjuangan untuk membentuk kembali diri anda. Memimpin pada saat-saat yang pantas-serta-mengerikan dan banyak lagi saat-saat yang berhubungan. Buku ini sangat diharuskan untuk dibaca mahasiswa universitas agar mereka dapat memahami secara keseluruhan dan mengatasi ketidakpastian mereka.

“Semua orang muda mengkhawatirkan sesuatu, itu sangat alamiah dan merupakan bagian yang tidak bisa dihindari untuk bertumbuh dewasa, dan kekhawatiran yang paling utama dalam hidup yang saya rasakan ketika saya menginjak usia 16 tahun adalah saya tidak pernah mencapai apapun sebaik, atau sejujur, hasil saya di O-levels.”
(Source:www.2.bp.blogspot.com)


6. The Demon-Haunted World: Science As a Candle in the Dark – Carl Sagan

Carl Sagan dikenal karena kontribusinya yang banyak untuk membuat sains bisa diakses oleh semua orang. Mari kita jujur dan adil, sains tidak menarik bagi semua mahasiswa, dan alam semesta terlalu luas untuk dipahami. Buku ini direkomendasikan kepada mahasiswa yang menyukai sains dan juga mahasiswa yang tidak mengetahui neuron dari sebuah neutron. Sagan melakukan hal bagus dalam menjelaskan metode ilmiah untuk membantu orang membedakan sains-palsu dengan sains. Jika anda menyukai buku ini, silahkan periksa buku original Cosmos.

“Salah satu pembelajaran yang paling menyedihkan di sejarah adalah ini: jika kita telah mengakali cukup lama, kita cenderung menolak bukti apa saja yang diakali. Kita sudah tidak tertarik dalam mencari kebenarannya. Yang diakali telah menangkap kita. Terlalu sakit untuk mengakui, bahkan ke diri kita sendiri bahwa kita telah dimiliki. Satu kali anda memberikan hak dan kekuatan pada orang yang berlagak sok pintar terhadap dirimu, maka anda hampir tidak akan memilikinya kembali.”
(Source:www.media.npr.org)


7. Free Food for Millionaires – Min Jin Lee

Empat tahun di Princeton, dan apa yang harus ditunjukan oleh Casey Han merupakan “diksi halus, pemain golf cacat yang patut ditiru, kekasih berkulit putih yang populer, agnostik yang dikurung oleh ketertarikannya pada pembacaan alkitab dan pemegang gelar sarjana ekonomi dengan nilai sempurna. Akan tetapi tidak memiliki pekerjaan dan beberapa kebiasaan buruk.” Buku ini membahas tentang wanita campuran Amerika-Korea yang melawan pilihan orang tuanya akan masa depannya dan apa yang dia inginkan. Buku ini menunjukan benturan budaya antara orang tua dan anak-anak dari generasi yang berbeda, diikuti dengan semua tekanan yang mesti dihadapi oleh mahasiswa dengan ekspektasi dari orang-orang disekelilingnya. Buku ini sangat direkomendasikan untuk mahasiswa yang berkuliah diluar negeri atau sedang menghadapi budaya konflik.

“Dia cukup jujur untuk mengakui bahwa privasinya diselimuti dengan sebuah ketakutan: ketakutan dianggap sebagai seorang yang munafik.”
Diposting pada 09 Okt 2017
Tips & saran

Bagikan ini