Kebebasan Pers Dunia: Realita yang perlu diketahui calon jurnalis

By Mutiara | Last modified 06 Sep 2019
Sebarkan laman ini

hari kebebasan pers sedunia 2019
Sumber: Republika

Sejak 1993, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingati 3 Mei sebagai hari kebebasan pers sedunia.

Sebenarnya, apa yang perlu diperingati pada hari kebebasan pers sedunia? Pada hari ini, berbagai pihak kembali menyimpulkan prinsip dasar kemerdekaan pers demi mengukur kebebasan pers.

Pada saat ini, jurnalis juga menyerukan 3 hal penting yang perlu dimonitor dalam skala besar:

  1. Kekerasan terhadap jurnalis

  2. Monopoli dan intervensi media

  3. Melawan segala berita dan informasi hoax

Kenapa ketiga poin ini perlu untuk digarisbawahi?

Poin pertama. Taukah kalian kalau persekusi terhadap jurnalis dapat terjadi dan menjadikan pekerjaan jurnalis atau wartawan tidaklah aman? Pada tahun 2017 sendiri, 65 jurnalis seluruh dunia tercatat tewas ditengah tugasnya.

Karenanya, sebanyak 9 lembaga telah terbit dan berkolaborasi untuk membentuk Komite Perlindungan Wartawan yang berkaitan dengan bantuan hukum dan pers.

Poin kedua. Pertengahan April lalu, Reporters Without Borders atau Reporter Lintas Batas, mengeluarkan laporan tahunan dan indeks kebebasan pers dunia.

Bagaimana dengan peringkat Indonesia? Secara mengejutkan, negara kita berada di peringkat 124 dari 180, menunjukkan posisi yang sama dengan tahun lalu, guys.

Hal ini menunjukkan ketidakmajuan dibanding tahun 2018 lalu. Terlebih kalau dibandingkan dengan pencapaian negara tetangga kita, Malaysia, yang berhasil merebut peringkat 123 dengan kenaikkan sebanyak 22 poin pada tahun ini

Coba aja kita renungnkan realita yang ada di negara kita, guys. Nggak sedikit sumber yang mengrkitik Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ITE dan UU Anti-Penodaan Agama.

Easyuni ambil opini Abdul Manan selaku ketua salah satu Komite Perlindungan Wartawan, yaitu Aliansi Jurnalis Independen. Menurutnya, hal-hal seperti ini menjadi ancaman model baru bagi kebebasan wartawan.

“Faktor UU ITE bisa memberikan chilling effect kepada jurnalis. Sebab UU itu dengan mudah bisa dipakai oleh siapa saja yang tidak senang terhadap jurnalis. Memposting sesuatu di medsos, termasuk beritanya, itu saja bisa menjadi pintu masuk untuk mempersoalkannya secara hukum,” ujar Manan di dalam wawancaranya dengan VOA.

Poin ketiga. Berita hoax memang selalu banyak gunjingan sekarang ini, dimana teknologi bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan masyarakat.

Plus, berita palsu biasanya muncul untuk tujuan tersembunyi. Hmm, ibaratnya udang dibalik batu gitu, guys. Contohnya, bisa dijadikan sebagai alat propaganda atau mitra partai politik.

Maka dari itu, amatlah penting buat kita sebagai pembaca untuk kritis akan apa yang ada di linimasa internet.

Apalagi buat kamu yang bercita-cita sebagai pewarta, harus lebih berhati-hati lagi dalam penyampaian berita.

jurnalis perempuan diperlukan untuk membangun opini publik
Sumber: Navva.org

Selain itu, pada iklim jurnalisme di Indonesia, jumlah wartawan perempuan yang cukup untuk membangun opini publik jugalah penting, menurut Sri Nurherwati selaku Komisioner Komnas Perempuan.

Menurutnya, berita yang keluar selalu sepandangan dengan publik yang belum mengerti seluk-beluk dibalik beberapa isu. Makanya, diperlukan peranan edukasi dalam masyarakat dan media adalah salah satu strateginya.

Kamu tertarik untuk ambil jurusan jurnalistik, ilmu komunikasi atau media komunikasi? Jangan takut dan menjadikan kekurangan-kekurangan ini sebagai kelemahan dari bidang ini!

Mengupas hal-hal yang menggambarkan realita dari bidang jurnalistik nggak sepatutnya mengucilkan kamu dalam memilih karir ini.

Sebagai warga negara yang baik, kita bisa turut serta untuk menumpas berita-berita hoax dan melindungi hak pers. Salah satunya adalah dengan menjadi jurnalis.

Kamu telah berhasil menjadi reporter yang baik melalui reportase di lapangan untuk menghasilkan berita yang akurat serta membangun opini publik.

Karenanya, berikut adalah karakter yang cocok untuk jurusan jurnalistik:

  1. Simpati dan empati

  2. Teliti dan detil

  3. Observan

  4. Kritis, rasional dan senang melakukan riset

  5. Independen dan bisa bekerja dalam tim


Mau mengambil jurusan jurnalistik sekalian mengasah tingkat bahasa Inggrismu? Pernah kepikiran untuk kuliah diluar negeri? Jurnalistik di Malaysia mengajarkan kamu untuk menyesuaikan karyamu untuk beragam etnis. Baca lebih lanjut disini.

Diposting pada 03 Mei 2019
Aplikasi Kuliah, Berita