Bagaimana Kekurangan Tidur Dapat Mengganggu Nilai Kuliah Anda

Salah satu manfaat tidur adalah memperbaiki sel-sel tubuh. Kurang tidur berhubungan langsung dengan kurangnya antibodi anda; kekurangan tidur dapat menyebabkan kemungkinan jatuh sakit menjadi lebih tinggi. Apa yang akan anda dapatkan dari belajar di malam hari jika anda terlalu sakit untuk berkonsentrasi, atau lebih parahnya lagi, tidak dapat mengerjakan ujian dengan baik? Bersamaan dengan ini, jika anda tidak istirahat cukup, daya ingat anda dan kemampuan berkonsentrasi akan lebih rendah. Semua usaha, waktu dan energi yang anda berikan untuk belajar semalaman tidak akan bermanfaat untuk anda saat ujian. Itu hanyalah efek-efek jangka pendek.

Efek jangka panjangnya lebih mengerikan. Kekurangan tidur yang berlebihan menyebabkan rasa kesal, tingkat energi yang rendah, ketidakpuasan akan hidup, emosional dan tingkat konsentrasi yang rendah. Ini bisa juga berkontribusi pada gangguan stress dan mood.Ini pasti akan mempengaruhi performa akademik anda. Akan tetapi lebih pentingnya, kekurangan tidur jangka panjang bisa menyebabkan penyakit jangka panjang. Meskipun bukan merupakan penyebab langsung, kekurangan tidur juga berhubungan dengan kasus-kasus depresi.

Mari lihat efek dan penyakit jangka panjang. Pertama-tama, tidur kurang dari enam jam secara regular meningkatkan 4 kali kemungkinan anda untuk terkena stroke. Kedua, kekurangan tidur menurunkan kemampuan anda untuk memproduksi sel darah putih dan metabolisme gula, yang menyebabkan bertambahnya berat badan dan kekurangan energi. Ini juga meningkatkan produksi hormone lapar, ghrelin dan pembatasan leptin, yang membantu anda menyeimbangkan asupan makanan anda. Ini menyebabkan anda untuk makan makanan ringan dengan jumlah yang banyak. Ini menyebabkan kebiasaan makan yang buruk. Ketiga, kekurangan tidur menyebabkan penambahan ketahanan insulin di sel-sel lemak, yang menambahkan resiko terkena diabetes.

Terakhir, kurang tidur menyebabkan tubuh anda memproduksi hormone dan senyawa kimiawi berlebihan yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Orang-orang yang tidur kurang dari enam jam secara regular memiliki 48% resiko yang lebih tinggi untuk terkena atau meninggal karena penyakit jantung.

Tidur merupakan proses yang didorong oleh waktu. Mengubah waktu anda tidur dan berapa lama anda tidur akan menyebabkan rasa ngantuk yang berlebihan dan perasaan jet-lag. Itu sebabnya mahasiswa yang tidur lebih lama di hari sabtu dan minggu sulit untuk bangun di hari senin. Mengatur waktu tidur yang konsisten mengizinkan tubuh untuk tetap segar daripada lelah. Setelah membahas semua konsekuensi buruk akan kurangnya tidur, baik untuk mengingat bahwa begadang sekali-kali tidak berbahaya untuk kesehatan anda.

Akan tetapi jika itu menjadi aktivitas reguler, anda harus mengubah kembali cara anda menghabiskan waktu istirahat anda. Tidak cukup tidur akan menyebabkan banyak masalah jika anda begadang. Terutama dua malam sebelum ujian, pastikan anda mendapatkan tidur yang cukup kurang lebih 7 jam. Ini akan membuat anda lebih siap dan fokus untuk menghadapi ujian anda, serta lebih sehat juga.

Diposting pada 09 Okt 2017
Kehidupan Mahasiswa

Bagikan ini