Jeda Untuk Iklim: Anak muda bangkit selamatkan bumi

By Mutiara | Last modified 19 Sep 2019
Sebarkan laman ini

Siswa-siswa sekolah memprotes kebijakan pemerintah soal iklim dalam aksi unjuk rasaRatusan anak muda akan turun ke jalanan kota-kota besar di Indonesia sebagai pemimpin #JedaUntukIklim. 

Selama berbulan-bulan, siswa sekolah dari berbagai negara telah memprotes kebijakan iklim pemerintah masing-masing. Fenomena ini mengikuti seruan aksi iklim dari aktivis lingkungan muda Greta Thunberg asal Swedia guna mendukung Global Strike pada 20 September 2019.

Di Jerman, Belgia, Australia, Perancis, Inggris, dan lainnya, anak-anak muda menghadiri rapat umum mingguan menghimbau para politisi yang, menurut pendapat siswa, tidak melakukan banyak tindakan demi mengatasi perubahan iklim. Ada twist di balik gerakan ini, yaitu: unjuk rasa berlangsung disaat para siswa seharusnya belajar di sekolah.

Setiap minggu, jumlah peserta gerakan yang bolos sekolah terus meningkat pada hari Jumat yang dijuluki “Fridays for Future” yang berartikan Jumat demi masa depan.

Aksi ini akan dilakukan pada 20 September 2019, tepat 3 hari menjelang pertemuan PBB untuk Perubahan Iklim di New York.

Anak muda memimpin orang dewasa?

Para pemuda akan memimpin ratusan orang dewasa yang mengambil ‘cuti’ untuk turun ke jalan. 

Dalam aksi tersebut, akan hadir juga para santri dari sejumlah pesantren di Indonesia. Pasalnya, memukul mundur krisis iklim membutuhkan keterlibatan semua orang dari semua kalangan. 

Aksi ini juga didukung oleh pengajar

alexandra-karyn-saat-memberikan-keterangan-pers-jeda-untuk-iklim

Alexandra Karyn merupakan pengajar di sekolah Erudio Indonesia yang juga salah satu penggagas aksi Jeda untuk Iklim. 

“Bumi kita sedang berada dalam proses menuju kepunahan massal yang disebabkan oleh krisis Iklim. Cuaca ekstrem, kebakaran hutan, kekeringan, dan gagal panen hanyalah beberapa dampak dari krisis iklim yang sudah dialami negara kita,” ujar Karyn dalam keterangan resmi yang dilansir.

“Seluruh politikus, perusahaan, dan masyarakat harus didesak untuk berhenti bersikap masa bodoh dan serius bertindak untuk memastikan kehidupan generasi mendatang,” ucapnya menambahkan. 

Mengalamatkan perubahan iklim sebagai krisis iklim

Aksi Jeda untuk Iklim akan mengusung tuntutan untuk menomorsatukan energi terbarukan sebagai sumber listrik dan mendesak pemerintah untuk mendengarkan para ilmuwan yang mendeklarasikan darurat iklim. 

Pemerintah juga dituntut untuk meningkatkan ambisi penurunan gas emisi rumah kaca sebanyak-banyaknya dan melaksanakannya dengan konsisten, tegas, dan segera.

Di luar itu, aktivis akan menyampaikan keprihatinan mereka terhadap minimnya materi pengajaran tentang krisis ekologis kepada pelajar di sekolah. 

“Kami ingin pembicaraan tentang krisis iklim menjadi pembicaraan yang umum setiap harinya. Anak-anak, pemuda dan generasi yang akan datang berada dalam pusat permasalahan ini. Karena itu, kami memutuskan untuk menyuarakan dan menekan pemerintah untuk segera mendeklarasikan darurat iklim di Indonesia,” ujar Novita Indri, mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Climate Rangers di Indonesia. 

Seberapa genting krisis iklim di Indonesia?

jeda untuk iklim di indonesia aksi mogok sekolah

Tahukah kamu Indonesia bisa tenggelam kalau kita diam? Krisis iklim global menyebabkan permukaan air laut terus naik, yang bisa menenggelamkan banyak pulau di penjuru nusantara dan dunia. 

Cari tahu di https://act.350.org/act/join-september-climate-strike-indonesian/ apakah kotamu tergabung dalam aksi mogok untuk iklim sedunia di bulan September ini!

Ayo tunjukkan kepedulianmu dengan turun ke jalan atau dengan posting di media sosial menyeru tindakan nyata menyetop krisis iklim.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjadikan aksi ini sukses:

  • Menggunakan transportasi umum

  • Hindari membuat poster dari materi baru, upcycle instead!

  • Membawa botol minum sendiri untuk mengurangi penggunaan botol plastik

  • Bawa obat-obatan tersendiri apabila memiliki kondisi khusus

  • Have fun. Be loud and proud!

Tidak ada suara yang tidak terdengar. Genapkan sikap, mentapkan niat untuk sebuah perubahan. Siapapun kamu, ayo pastikan suaramu terdengar keras melewati batas untuk pukul mundur krisis iklim.

It’s time to take on the streets!

Diposting pada 19 Sep 2019
Kehidupan Mahasiswa