Pendidikan Tinggi di Jerman Bebas Biaya Lagi


Sistem pendidikan negara Jerman secara umum diatur oleh negara bagian (Länder), dan pemerintah federal hanya memegang peran kecil. Sebagian besar universitas-universitas Jerman merupakan insitusi-institusi publik dan dibiayai secara federal. Namun, di tahun 2006, larangan mengenai biaya kuliah untuk pendidikan yang lebih tinggi telah ditiadakan, dan ini mengizinkan sebagian besar universitas untuk menentukan biaya kuliah mahasiswa. Namun, respons dan reaksi umum terhadap hal ini sangatlah negatif. Eksperimen aturan 8 tahun ini memicu terjadinya protes-protes dari bangsa dan keinginan untuk perubahan dari semua orang, termasuk dengan mahasiswa dan para pembuat-hukum.

(Source:huffpost.com)

Kampanye besar untuk pendidikan gratis telah menghasilkan hasil yang bagus. Minggu ini merupakan minggu terakhir untuk meniadakan biaya kuliah di negara Jerman, dan juga penyelesaian masa transisi Jerman yang berubah menjadi bangsa dengan pendidikan gratis dari tahun akademik 2014-2015. Perpanjangan dari biaya pendidikan gratis ini mengikuti bangsa-bangsa Scandinavian dan Eropa, yang percaya bahwa pengetahuan harus disediakan untuk semua orang. Ternyata, anggota majelis Jerman, Dorothee Stapelfeldt, telah mengatakan, “Biaya kuliah tidak adil secara sosial”. Ia percaya bahwa “Mereka secara umum mencegah pemuda-pemudi yang tidak memiliki latar belakang pendidikan tradisional untuk melakukan kuliah.” Sistem pendidikan Jerman memiliki konsep pemeliharaan warga negara “untuk memastikan para pemuda-pemudi agar bisa belajar dengan standart kualitas tinggi di Jerman tanpa dipunguti biaya.”


Kualitas pendidikan di Jerman sangatlah bagus, dan juga diikuti oleh beberapa universitas tertua dan yang telah diakui oleh dunia. Terdapat sekitar 13 universitas Jerman yang terdaftar di 200 universitas terunggul di peringkat universitas dunia oleh QS dan juga 31 universitas Jerman di 400 universitas terunggul. Salah satu dari mereka adalah Universitas Heidelberg di posisi ke-49. Didirikan pada tahun 1386, universitas ini merupakan salah satu universitas tertua dan terkenal di Eropa; universitas ini telah menghasilkan 56 penerima nobel yang tidak terhitung. Satu lagi peringkat terkenal di Jerman. Menurut UNESCO, Jerman menjadi tuan rumah bagi 207,000 mahasiswa asing. Mahasiswa-mahasiswa ini datang dari beberapa negara seperti, Cina, Turki, Russia, Austria, India, dan Korea.


Laporan statistik dari tahun 2013 menyatakan bahwa sekitar 24% dari total 2.5 juta mahasiswa tesier, atau sekitar 660,000 mahasiswa, menerima subsidi negara. Mahasiswa di Jerman juga akan diberikan lebih banyak manfaat dan subsidi. Mulai dari tahun akademik 2016-2017, perubahan besar akan diimplimentasikan oleh menteri pendidikan federal. Batas bulanan Bafög, yang merupakan paket pendukung bagi mahasiswa yang memiliki 50% bantuan dan 50% pinjaman, akan ditambahkan dari €670 sampai pada €735. Peraturan subsidi untuk persatuan bangsa non-Eropa dan para pencari tempat instirahat akan diubah juga. Mereka telah memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi atas dasar kemanusiaan dan kekeluargaan jika mereka telah tinggal selama 15 bulan, bukan lagi 4 tahun. Menteri Pendidikan Federal, Johanna Wanka, telah menjelaskan bahwa negara Jerman ingin “menjadi contoh dengan perubahan-perubahan ini dan menunjukan kepada orang-orang bahwa dengan pengetahuan dan pengalaman mereka disambut di Jerman.”

(Source:instinctfurniture.co.nz)

Tentu saja, masih terdapat beberapa keterbatasan untuk masuk ke Jerman untuk berkuliah. Meskipun terdapat subsidi dan beasiswa yang disediakan, anda tetap tidak boleh melupakan biaya mendasar untuk hidup di luar negeri, seperti tiket pesawat, tempat tinggal, makanan, buku dan persiapan lainnya, transportasi, dan lain-lain. Proses pendaftaran universitas di negara ini berbeda dengan sebagian besar negara lain, jadi itu merupakan batas waktu dan dokumen lainnya yang akan perlu anda pertimbangkan selain daripada kredensial dan catatan biasa. Contohnya, semua kelas di Jerman menggunakan bahasa Jerman yang merupakan salah satu syarat. Ini mungkin terlihat seperti persyaratan yang paling mendasar, akan tetapi ini merupakan bahasa yang sulit untuk dipelajari. Di luar dari persyaratan ini, anda juga perlu ingat bahwa proses penyeleksiannya lumayan kompetitif, karena para pendaftar tidak disaring berdasarkan kemampuan mereka untuk dapat membayar gelar dan berdasarkan keuntungan mereka. Para pendaftar yang lebih pandai secara potensial juga membuat universitas-universitas Jerman menjadi kompetitif dan juga membantu mempertahankan standart pendidikan di negara ini.


Ini pastinya telah memberikan contoh yang menarik dan menginsratif untuk diikuti oleh negara lain. Sebagian besar pandangan pendidikan Jerman merupakan pandangan yang diperlukan sebagai hak manusia. Eksperimen 8 tahun dari biaya kuliah telah membuat semua orang, dimulai dari mahasiswa sampai pada pembuat peraturan, merasa tidak puas. Bangsa-bangsa berkembang harus juga mempertimbangkan program-program yang hampir sama dengan Jerman atau perubahan peraturan. Negara Jerman lebih mirip dengan bangsa-bangsa berkembang lainnya, seperti Inggris dan AS, dibandingkan dengan negara-negara Scandinavian. Sehingga ini membentuk sebuah pertanyaan, jika Jerman bisa mengimplementasikan sistem ini, mengapa negara lain tidak bisa?

Memberikan pendidikan bebas-biaya, atau bahkan pendidikan yang disubsidi, membuka sistem pendidikan kepada pikiran-pikiran terbaik secara global. Ini meningkatkan, tidak mengurangi, kualitas dari pendidikan karena jika semua orang sanggup dan mampu mendaftar untuk pendidikan, maka ini benar-benar meritrokrasi. Pergerakan progresif ini menyamakan dan berkontribusi pada pertumbuhan masyarakan, dan juga ini merupakan sesuatu yang harus dipertimbangkan negara-negara berkembang untuk mengurangi ketidaksamaan dan meningkatkan perkembangan.

Diposting pada 09 Okt 2017
Kuliah di Luar Negeri

Bagikan ini