Peningkatan Nilai Gelar Sarjana Universitas


Beberapa tahun yang lalu, nilai dari gelar sarjana sangatlah nyata. Bisa dijamin bahwa anda akan mendapatkan tiket untuk pekerjaan dengan bayaran tinggi, karir yang stabil dan kehidupan yang nyaman. Sekarang, karena gelar sarjana lebih umum, banyak mahasiswa melihat hal ini sebagai sebuah pra-syarat untuk pekerjaan yang pantas atau pendidikan pasca-sarjana. Dengan biaya yang semakin tinggi, hutang mahasiswa yang meningkat dan kompetisi pekerjaan yang makin berat, maka terdapat banyak keraguan dalam nilai dari sebuah gelar sarjana. Namun, meskipun terlihat seperti itu, sebuah pembelajaran baru oleh dua ilmuwan dengan Federal Reserve Bank of New York menyimpulkan bahwa gelar sarjana selalu diminati.

rsz_student-loan-bubble
(source:tuition.io)

Ilmuwan Jaison Abel dan Richard Deitz menyatakan biaya yang sebenarnya untuk universitas telah menurun. Mereka menghitung biaya-biaya tersebut dengan mengukur biaya rata-rata dan biaya yang dibayarkan oleh mahasiswa S1 ditambah juga dengan biaya kesempatan untuk mendaftarkan diri ke universitas. “Orang-orang sangat mengenal cerita biaya yang meningkat dan biaya hidup,” kata Deitz.

“Akan tetapi banyak orang melupakan bahwa mereka juga memberikan bayaran yang mereka bisa dapatkan saat itu. Hanya karena anda tidak melihat sesuatu bukan berarti itu tidak penting.”


Manfaat untuk mahasiswa rata-rata diukur dengan menjumlahkan bayaran kampus premium, atau bayaran tambahan yang didapatkan dengan memiliki gelar sarjana yang menolak diploma sekolah, dengan bekerja selama 40 tahun. Ini menunjukkan kita bahwa nilai gelar sarjana saat ini di tahun 2013 telah mendekati $300,000 dan bisa didapatkan dengan $80,000 (dolar di tahun 2013) di tahun 1980. Cara lain untuk melihatnya adalah dibandingkan dengan tahun 1980, ketika dibutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk menghitung biaya dari gelar sarjana, hanya diperlukan sekitar 10 tahun di 2013.
 

Abel dan Deitz percaya bahwa “alasan utamanya adalah bayaran lulusan sekolah tinggi telah menurun, sehingga mengurangi kesempatan biaya untuk ke sekolah dan membuat biaya kampus premium tetap tinggi.” Ini artinya karena biaya yang dibayarkan menurun untuk diploma sekolah tinggi, maka pengorbanan atau peluang yang menghilang dengan belajar di universitas telah berkurang; akan tetapi, bayaran kampus premium, atau gaji standart mahasiswa yang baru lulus tetap sama. Meskipun gaji mahasiswa yang telah lulus tidak meningkat, jarak antara gaji mahasiswa yang telah lulus dan bayaran mahasiswa SMA telah meningkat, sehingga mempertahankan nilai dari gelar sarjana.
 

Juga, tidak hanya memberikan permintaan untuk pekerjaan yang membayar dengan baik akan tetapi nilai gelarnya tidak dikurangi, akan tetapi dengan pekerjaan yang lebih sedikit dan lebih kompetitif, pemegang gelar sarjana telah mulai mengambil pekerjaan di bawah kualifikasi mereka. Pekerjaan macam ini membuat mahasiswa yang baru lulus mendapatkan gaji dibawah bayaran potensial mereka. Jadi, meskipun perubahan tren membuat nilai gelar sarjana universitas lebih tinggi, penampilan ekonomi untuk mahasiswa tetap sama.

Diposting pada 09 Okt 2017
Tips & saran

Bagikan ini