10 Mitos Tentang Kuliah

Mitos #1: Jurusan anda menentukan karir anda.

Kenyataan: Tidak juga. Tentu saja, anda lebih baik memilih jurusan yang menarik minat anda sebelum masuk kuliah. Jurusan – jurusan tertentu telah menunjukan jalan karir anda, contohnya seperti hukumperawatakutansi dan teknik. Akan tetapi jangan batasi prospek karir anda hanya pada jurusan yang anda ambil. Ada banyak pekerjaan lainnya berhubungan dengan jurusan anda yang bisa anda kerjakan. Bahkan, banyak mahasiswa yang baru lulus mengambil jurusan tertentu akan tetapi pada akhirnya melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan jurusan yang diambil. Dan kebanyakan perusahaan tidak menentukan gelar apa yang harus anda miliki ketika mereka merekrut karyawan untuk posisi mahasiswa yang baru lulus. Mereka akan lebih menentukan tingkat pendidikan anda, seperti gelar S1, S2 atau S3. Jadi bukalah pikiran anda!

Mitos #2: Anda tidak perlu menghadiri kelas.

Kenyataan: Tidak, anda harus menghadiri kelas. Dosen anda mungkin tidak akan mengabsen(hanya beberapa dosen saja), akan tetapi itu bukan berarti anda bisa bolos kapan saja anda mau. Bisa saja hari dimana anda memutuskan untuk bolos adalah hari dimana dosen anda mengajarkan topik-topik penting atau memberikan tips yang berguna untuk ujian akhir anda. Anda bisa bertanya pada teman anda atau pada dosen anda nantinya, akan tetapi akan lebih baik jika anda hadir di kelas. Karena, teman anda tidak akan menanyakan pertanyaan yang akan anda tanyakan untuk memperjelas mata pelajaran kuliah tersebut. Bertanya sangat membantu mahasiswa dalam menghilangkan keraguan mereka tentang topik-topik yang belum bisa mereka mengerti. Selain itu, mahasiswa lain juga mendapatkan manfaat dari sesi tanya jawab karena mereka bisa mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang mereka pelajari dari dosen mereka, juga mendapatkan informasi-informasi lainnya yang mungkin tidak tertulis di buku-buku edisi terbaru.


Alasan lainnya, jika anda memiliki absensi yang rendah, kampus anda memiliki hak untuk tidak mengizinkan anda untuk mengikuti ujian akhir. Dengan kata lain, anda harus mengulang mata kuliah tersebut di semester berikutnya. Ini pasti akan memperpanjang waktu anda di kampus dan anda tidak bisa lulus bersama-sama dengan teman sekelas anda.

Mitos #3: Kampus yang lebih terkenal, lebih baik.

Kenyataan: Hal yang terpenting disini tidak ada kaitannya dengan kampus yang terkenal atau tidak terkenal, akan tetapi berkaitan dengan karakter anda. Tentu saja, berkuliah di universitas yang terkenal meningkatkan kesempatan anda untuk mendapatkan pekerjaan, akan tetapi tetap ingat tidak semua orang bisa berkuliah di universitas tersebut. Karakter andalah yang menentukan daya tarik anda di pasar kerja. Sifat dan karakter yang bagus seperti ketekunan dan kegigihan sangat penting. Orang-orang suka bersama anda, juga anda menyelesaikan tugas anda dan memiliki peluang yang lebih besar untuk direkrut.


Di sisi lain, seseorang dengan karakter yang buruk tidak akan sukses dalam hal apapun yang mereka lakukan. Hal lainnya yang perlu dicatat, anda tidak perlu mendaftarkan diri di universitas terkenal untuk mendapatkan gelar sarjana dan sukses. Contohnya, CEO terbaru Microsoft, Satya Nadella. Pertama-tama, dia berkuliah di Manipal Institute of Technology sebelum mendapatkan gelar S2 ganda di University of Chicago dan University of Wincoscin.

Mitos #4: Nilai merupakan hal penting.

Kenyataan: Jika anda selalu mendapatkan nilai bagus, maka ini tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkan nilai sempurna atau IP 4.0. Hanya minoritas saja yang bisa masuk ke daftar tersebut. Jika anda tidak termasuk dalam kategori tersebut, maka tidak perlu khawatir. Anda cukup melakukan yang terbaik untuk kuliah anda. Lagipula, apa yang harus anda lakukan adalah tidak gagal dalam semua mata pelajaran.


Selain itu, anda harus mengembangkan karakter dan kepribadian anda. Perusahaan mencari sesuatu yang melebihi kualifikasi sebuah kertas ketika merekrut karyawan yang berpotensi. Ini semua tergantung pada kualitas yang dicari perusahaan. Beberapa perusahaan mencari keahlian-keahlian yang tidak teknis, seperti komunikasi, analisis dan kepemimpinan. Jadi, jangan hanya fokus pada pencapaian akademik, anda harus fokus juga terhadap keahlian-keahlian kepribadian lainnya.

Mitos #5: Anda harus memilih jurusan anda secepatnya.

Kenyataan: jika anda yakin akan karir anda nanti, anda pasti akan langsung memilih jurusan anda tanpa banyak keraguan dan pertimbangan. Namun, jika anda tidak yakin, maka lebih baik anda jangan memilih langsung. Memilih jurusan merupakan hal yang sangat beresiko. Anda mungkin akan tertarik dengan jurusan yang telah anda pilih ketika anda baru masuk kuliah, akan tetapi seiring berjalannya waktu, anda akan menemukan bahwa ini bukan jurusan anda.


Survei pembelajaran telah menunjukan bahwa sekitar 70% mahasiswa universitas pindah jurusan sebanyak satu kali. Jika anda merasa jurusan yang anda pilih tidak cocok dengan anda, maka carilah jurusan yang lain yang cocok daripada anda membuang waktu untuk hal yang tidak menarik untuk anda. Carilah jurusan yang anda sukai tanpa terburu-buru, agar anda tidak menyesal nantinya. Jangan terlalu lama juga dalam memilih – anda hanya memiliki beberapa tahun di universitas, jadi jangan buang-buang waktu.

Mitos #6: Dosen lebih pintar dari mahasiswa.

Kenyataan: Hal ini memang benar. Dosen harus lebih berpengetahuan di pelajaran yang mereka ajarkan. Akan tetapi, dosen tidak selalu lebih pintar dari mahasiswa. Dengan teknologi yang berkembang dengan pesat, terkadang dosen merasa sulit untuk mengikuti perkembangan terbaru di pelajaran mereka – atau mungkin mereka memungut biaya teknologi. Pada akhirnya, dosen juga akan belajar dari mahasiswa mereka.

Mitos #7: Universitas Swasta lebih banyak tantangan dibandingkan universitas negeri.

Kenyataan: Tidak. Satu perbedaan yang jelas antara universitas swasta dan negeri adalah biaya mereka (universitas swasta biasanya lebih mahal). Itu bukan berarti bahwa universitas swasta lebih banyak tantangan daripada universitas negeri. Universitas negeri telah dibiayai dan disubsidi oleh pemerintah, sedangkan universitas swasta dibiayai oleh biaya kuliah, donasi dan sumbangan. Akan tetapi mahasiswa sebaiknya jangan berasumsi dari poin ini bahwa universitas swasta lebih banyak tantangannya. Mereka harus memeriksa kualitas pendidikan institusi tersebut. Bagaimanapun juga mereka harus memastikan bayaran yang mereka keluarkan sama dengan kualitas pendidikan yang mereka dapat.

Mitos #8: Waktu yang tepat untuk mengunjungi kampus adalah ketika anda diterima.

Kenyataan: JANGAN! Itu merupakan kesalahan yang berat. Bayangkan ini: anda menyerahkan pengajuan anda ke kampus yang anda pilih dan anda telah diterima. Anda sangat senang karena telah mendapatkan tempat di kampus tersebut, akan tetapi anda tidak tahu dimana lokasi kampus anda atau seperti apa lingkungan kampus anda. Saat anda datang ke sana dan melihat semuanya tidak sesuai dengan harapan anda, maka semua kesenangan yang anda rasakan akan menjadi kesengsaraan yang tidak terkatakan. Untuk menghindari ini, anda harus mengunjungi kampus tersebut dan lingkungannya terlebih dahulu sebelum menyerahkan pengajuan anda. Jika anda memiliki kesempatan lagi, kunjungilah kampus tersebut setelah anda diterima.

Mitos #9: Semakin anda bertambah umur maka anda akan semakin baik

Kenyataan: Sebenarnya, anda akan memiliki tanggung jawab yang lebih dan kebebasan yang berkurang dengan bertambahnya umur anda. Dan anda tidak bisa selalu santai jika dibandingkan dengan tahun pertama kuliah anda. Anda memiliki tanggung jawab yang lebih besar, seperti menjadi ketua kelas atau memegang posisi yang penting di sebuah klub atau komunitas. Banyak orang akan mengamati apa yang anda lakukan dan bagaiman anda menghadapinya, terutama adik kelas anda. Andalah yang mereka hormati dan kagumi, jadi berpikir dulu sebelum bertindak. Jangan biarkan hal-hal konyol dan tidak penting merusak reputasi anda.

Mitos #10: Universitas bukanlah dunia yang sesungguhnya

Kenyataan: Siapa yang bilang? Tahun kuliah anda merupakan tahun yang penting karena anda akan menghadapi mereka sendiri, tanpa orang tua di samping anda. Anda mungkin tidak terbiasa meninggalkan rumah untuk pertama kali dan anda akan merasa rindu di minggu-minggu pertama. Akan tetapi pada akhirnya anda akan berlajar untuk menjadi mandiri. Kehidupan universitas merupakan tempat yang bagus untuk melatih dan membantu anda agar hidup mandiri. Dengan kata lain, universitas menyiapkan anda untuk dunia yang sebenarnya. Akan tetapi anda tidak sendiri, karena teman anda akan membantu anda di jalan. Jika anda menghadapi masalah, jangan takut untuk meminta bantuan teman anda – bagaimanapun juga mereka berada disana untuk anda.

Diposting pada 09 Okt 2017
Kehidupan Mahasiswa, Tips & saran

Bagikan ini