Cara Cari Uang Tambahan Saat Kuliah di Luar Negeri: Australia, Inggris dan Malaysia

By EasyUni Staff | Last modified 02 Mei 2018
Share on Facebook Twitter WhatsApp

Banyak pelajar Indonesia yang tengah kuliah S1 maupun S2 di luar negeri memilih bekerja paruh waktu untuk mencari uang tambahan selama kuliah. Tak hanya mendapatkan uang, akan ada banyak pengalaman kerja yang bisa di dapat dengan bekerja di luar jam kuliah yang bisa jadi bekal saat sudah lulus.

Cara Cari Uang Tambahan Saat kuliah di Luar Negeri

Australia, Inggris dan Malaysia merupakan tiga negara terfavorit pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah untuk berbagai jurusan populer. Ketiga negara ini memiliki peraturan tersendiri bagi pelajar internasional yang ingin mencari uang tambahan di luar jam kuliah. Berikut EasyUni bagikan cara mencari uang tambahan bagi kamu yang kuliah di Australia, Inggris dan Malaysia.

1. Australia

Mahasiswa internasional yang memiliki visa pelajar di Australia bisa bekerja hingga 20 jam per minggu saat masa aktif kuliah dan tak terbatas selama masa liburan. Pekerja biasanya akan dibayar per jam dengan kisaran upah 150-250 ribu rupiah per jamnya.

Meski mahasiswa internasional diperbolehkan tiba di Australia hingga 90 hari sebelum masa perkuliahan dimulai, namun mahasiswa internasional tidak diperbolehkan bekerja sebelum perkuliahan dimulai. Jika ada mahasiswa internasional yang bekerja lebih dari 20 jam, maka visa pelajarnya akan dicabut dan ada kemungkinan bisa dideportasi dari Australia.

Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa internasional selama kuliah di Australia adalah sebagai berikut.

  • Bekerja part time. Australia memiliki banyak sekali industri yang membutuhkan pekerja part time, seperti retail (supermarket, departement store dan toko baju), hospitality (restoran, cafe, bar dan snack stall), pariwisata (hotel dan motel), pekerja administrasi, bimbingan belajar dan sebagainya.

  • Magang. Selain mendapatkan uang, kamu juga akan mendapatkan pengalaman berharga bekerja secara profesional di perusahaan besar di Australia.

  • Kerja online. Bekerja online juga bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan uang tambahan ketika kuliah di luar negeri. Kamu bisa mencari pekerjaan freelance di Australia maupun Indonesia, misalnya menulis, translate dokumen, proofread, desain grafis, pembuatan website dan sebagainya.

2. Inggris

Mahasiswa non Uni Eropa yang kuliah di Inggris bisa bekerja paruh waktu hingga 20 jam per minggu dalam masa perkuliahan dan tak terbatas ketika masa liburan kuliah. Diperlukan Tier 4 (General) Student Visa untuk bisa bekerja paruh waktu.

Inggris memiliki upah minimum yang harus ditaati semua perusahaan. Upah minimun untuk pelajar berumur 18-20 tahun adalah £5.30 (sekitar Rp90.000) per jam dan untuk pelajar di atas 21 tahun upah minimumnya £6.70 (sekitar Rp115.000) per jam.

Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa internasional selama kuliah di Inggris adalah sebagai berikut.

  • Bekerja untuk Universitas. Beberapa universitas di Inggris membuka tawaran bekerja di universitas bagi mahasiswa internasional melalui Student`s Union, duta universitas/duta pelajar, tim pencari dana dan sebagainya.

  • Guru privat. Bagi kamu yang memiliki kemampuan yang baik di bidang akademis, menjadi guru privat adalah pilihan yang menyenangkan. Kamu bisa membuka layanan privat sendiri atau mendaftar ke agen untuk dicarikan calon murid.

  • Bekerja part time. Ada banyak kesempatan bekerja part time di Inggris, seperti menjadi cleaner, pramusaji di restoran / kafe, penjaga toko, dan masih banyak lainnya.

  • Kerja online. Bergantung keahlian yang kamu miliki, kamu bisa mencari pekerjaan feelance online di internet. Kamu bisa mencari melalui website khusus untuk mencari pekerjaan untuk pelajar seperti studentgems.com atau mencari pekerjaan freelance di Indonesia yang bisa dikerjakan di waktu luang setelah kuliah.

3. Malaysia

Mahasiswa internasional yang kuliah di Malaysia diperbolehkan bekerja paruh waktu maksimal 20 jam per minggu. Selain itu mahasiswa hanya bisa bisa bekerja saat masa liburan lebih dari 7 hari. Mahasiswa internasional perlu mengajukan permohonan kerja paruh waktu melalui institusi maupun universitas tempat belajar yang akan dikirim ke Immigration Department of Malaysia. Universitas pun harus mengirim laporan kehadiran perkuliahan dan performance ke Immigration Departement setiap 3 bulan.

Terkesan lebih ribet dibandingkan bekerja part time di negara lain, mahasiswa internasional di Malaysia juga tidak bisa begitu tergantung dengan bekerja sambilan karena gaji yang ditawarkan relatif rendah, berkisar RM 150 (sekitar 500rb) per minggu.

Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa internasional selama kuliah di Malaysia adalah sebagai berikut.

  • Bekerja part time. Mahasiswa internasional memiliki batasan industri / bidang yang bisa dimasuki untuk bekerja paruh waktu. Mahasiswa internasional diperbolehkan bekerja di minimarket, restoran, kafe, hotel dan stasiun pengisian bahan bakar namun tidak diperbolehkan untuk menjadi posisi kasir, penyanyi, tukang pijat, musisi dan guest relations.

  • Kerja online. Mencari uang secara online merupakan opsi legal di Malaysia bagi mahasiswa internasional yang ingin mencari uang tambahan. Kamu bisa mencari pekerjaan freelance untuk klien di Malaysia dan juga seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan seperti, menulis (creative writing), desain grafis, virtual assistant, web designer, editor / proofread dan sebagainya.

Bekerja sambilan sembari kuliah di luar negeri memang sering dilakukan mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia. Karena selain bisa menghasilkan uang untuk keperluan sehari-hari, kamu juga akan merasakan budaya bekerja di negara tersebut yang berguna ketika sudah lulus kuliah dan akan memasuki dunia kerja profesional yang sesungguhunya.

Namun sekali lagi kamu harus memperhatikan mengenai peraturan yang berlaku di negara tersebut mengenai bekerja paruh waktu untuk mahasiswa internasional. Jangan sampai melanggar karena akan berimbas ke proses perkuliahan kamu. Selain itu, jangan lupa jika tujuan utama ke luar negeri adalah untuk belajar. Jangan sampai pekerjaan paruh waktu mengganggu kuliah kamu, ya!

Diposting pada 02 Mei 2018
Tips & saran