Finlandia Mengusulkan Agar Memperketat Bayaran Untuk Mahasiswa Internasional


Ternyata, di laporan awal telah dinyatakan bahwa “laporan statistik Finlandia telah menunjukkan institusi-institusi pendidikan lebih tinggi yang telah bertambah jumlahnya tiga kali lipat, sehingga mencapai sekitar 20,000 di tahun 2013. Secara khusus, jumlah angka mahasiswa yang berasal dari negara-negara Asia dan Afrika telah meningkat dalam beberapa tahun ini.” Laporan dalam pengaruh ekonomi bagi pendidikan mahasiswa asing yang lebih tinggi ini telah diterbitkan oleh agensi sendiri yang diatur oleh Menteri Pendidikan dan Budaya, pusat untuk pergerakkan Internasional, dan Institusi pemerintah penelitian ekonomi. Banyak pembelajaran telah dilakukan secara global mengenai pengaruh pendidikan mahasiswa internasional di sebuah negara. Sebagian besar pembelajaran ini menunjukkan bahwa manfaat yang didapatkan oleh negara-negara ini lebih besar daripada biaya yang dikenakan secara signifikan. Ini sangatlah benar jika lulusan internasional ini tetap tinggal di negara tersebut dan memahami diri mereka sendiri, serta melakukan kontribusi di pasar kerja dan peningkatan ekonomi. Ternyata, bahkan negara-negara Asia seperti Singapura memiliki skema untuk membantu dalam mempertahankan mahasiswa asing yang lanjut kuliah setelah lulus.
 

Banyak mahasiswa asing berkuliah di luar negeri dengan maksud untuk menetap dan bekerja dinegara tersebut setelah mereka lulus. Di Finlandia, ini juga bukanlah hal baru. Laporan awal yang sama telah menyatakan bahwa “Orang asing yang telah lulus di tahun 2011, hampir 2/3 nya masih berada di Finlandia setelah setahun lulus, meskipun sekitar 2/3 “penetap” telah bekerja.” Ini menunjukkan bahwa mempertahankan mahasiswa asing merupakan hal yang patut diperhatikan oleh Finlandia. Ini juga merupakan maksud dari Menteri Pendidikan Finlandia, Krista Kiuru. Namun, metode dia sangatlah banyak. Dia telah menerbitkan sebuah proposal kepada parlemen untuk memperkenalkan biaya kuliah untuk mahasiswa dari luar Eropa dimulai di tahun 2016.


Argumen ini bergantung pada argumen yang memperkenalkan biaya kuliah yang akan membantu pendidikan terkenal memanfaatkan nilainya sendiri. Ini bisa dilihat juga sebagai pajak untuk “orang-orang yang telah pergi” yang kembali ke negara mereka sendiri dan membantu peningkatan ekonomi yang telah menurun. Proposal pemerintah menentukan biaya tersebut sekitar €4,000 per tahun yang diperketat untuk mahasiswa asing atau mahasiswa swedia. Pertukaran mahasiswa diizinkan untuk mendapatkan pengecualian. Secara serentak, mereka menargetkan untuk mendidik mahasiswa internasional sebanyak 60,000 orang. 

 

Ini mungkin terlihat seperti bertolakbelakang dengan intuisi karena ini memperketat pajak regresif bagi pendidikan yang tidak hanya akan mendorong orang-orang yang tidak mampu, akan tetapi juga mengubah kemampuan yang tersedia di universitas-universitas Finlandia. Mikko Valtonen, SAMOK, mengatakannya seperti ini,”biaya kuliah pasti akan mengusir mahasiswa dari seluruh dunia [pengecualian untuk] beberapa institusi besar di Finlandia Selatan, yang menggetarkan internasionalisasi pendidikan Finandia.


Satu-satunya mahasiswa yang datang ke Finlandia adalah mereka yang mampu bayar. Apakah ini yang ingin kita capai?” Wakil perkumpulan mahasiswa Eropa bernama Erin Nordal setuju dengan pandangan tersebut. Nordal mengatakan ,“Memperkenalkan biaya kuliah untuk kelompok spesifik mahasiswa merupakan bukti nyata akan diskriminasi besar di dalam sistem pendidikan yang lebih tinggi, dan hal ini sangat tidak bisa diterima. Ini akan merugikan masyarakat karena telah  mendasarkan uang untuk mahasiswa yang bisa datang ke Finlandia, bukan pada keuntungan, pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki mahasiswa tersebut.”

Diposting pada 09 Okt 2017
Kuliah di Luar Negeri

Bagikan ini