Cara Bertahan Hidup di University of Malaya: Sebuah panduan cepat untuk lulus dengan sukses.

Sebagai universitas tertua di Malaysia, UM dikenal sebagai universitas terhormat di negara ini. Di antara peringkat universitas di dunia, UM telah menjadi yang terbaik dengan mendapatkan peringkat pertama di peringkat QS (Quacquarelli Symonds) di Malaysia.

Walaupun untuk masuk ke universitas ini tidak lah mudah, tapi tinggal di universitas juga lebih keras lagi. "Mereka harus menerima bahwa ini hanya awal dari perjalanan," Ungkap Mahadi Sibon, Assistant Registrar for Marketing and Recruitment Centre di UM. "Universitas akan selalu menjaga daya saing dan reputasi akademis. Ini tidak berarti mereka dapat membayar, mereka harus melewati pelajaran dari mata kuliah dan harus memenuhi kualifikasi akademik," tambahnya.

Dengan ini, kami meminta siswa untuk berbagi pengalaman hidup mereka di UM. Berikut daftar persiapan kamu untuk bertahan di University of Malaya.

Persiapan Mental dan Fisik

"Sebelum saya datang ke UM, saya mempersiapkan diri secara mental karena saya tidak tahu apa yang akan saya hadapi di sana," kata Amal Rhaffor, Mahasiswa Magister Biohealth Science. Noor Hafiza Binti Halim, Assistant Registrar, Institute of Graduate Studies menambahkan, "Mental dan persiapan fisik sangat dibutuhkan." Menurut pengalaman mahasiswa asing, ia mengatakan bahwa, ini mungkin pertama kalinya mereka di luar negeri dan menyarankan mahasiswa untuk mandiri karena kehidupan yang sangat berbeda dari SMP ataupun SMA.

Liao Dan Lu, seorang mahasiswa PhD dari China, mengatakan bahwa hal yang paling penting untuk pendatang baru adalah untuk mempelajari bahasa negara tersebut. "Hal ini sangat penting bahwa kamu harus memiliki pemahaman bahasa Inggris," katanya.

Menambahkan untuk itu, Mahasiswa yang berasal dari Thailand, Ornwara Tritrakarn, seorang mahasiswa sarjana tahun pertama dengan Jurusan Studi Bahasa Melayu, juga menyarankan mahasiswa harus siap dengan kertas mereka. "Saya pikir sebelum mahasiswa datang ke Malaysia, mereka harus memastikan bahwa semua dokumen mereka lengkap," katanya. Ornwara juga menambahkan bahwa mahasiswa harus mengetahui tempat penting mereka harus kunjungi misalnya, tempat membuat visa dan siapa yang harus mereka hubungi jika mereka dalam keadaan darurat.

Pikiran Terbuka

Mahasiswa yang kuliah di UM datang dari berbagai belahan dunia. Abdoul Madjid Allane, seorang mahasiswa internasional dari Aljazair mengatakan mahasiswa harus berpikiran terbuka. "Cobalah untuk tidak menutup diri dari budaya yang berbeda," kata mahasiswa Geologi ini. "Jika kamu memilih untuk tinggal sendirian dan bertemu orang yang mempunyai budaya yang sama, tidak ada bedanya dengan tinggal di negara asal kamu.” katanya.

Abdoul menyarankan untuk terlibat dan lebih terbuka dengan budaya lokal dan tidak mengeluh terlalu banyak. "Kamu harus mengerti, kamu sekarang bukan di negara asal kamu" katanya. Menghargai adat istiadat dan orang setempat akan membantu kamu dalam menjalani kehidupan yang lebih nyaman tidak hanya di universitas, tetapi juga di negara ini.

Sementara, Nuntasinee Muadmanee, Head of Marketing and Recruitment Centre, juga menyarankan bahwa mahasiswa harus terbuka untuk setiap kesempatan. "Mereka harus menjaga mata mereka terbuka agar tidak melewatkan kesempatan yang muncul.”

Persiapan Cuaca… Bawa payung kamu!

Dengan cuaca yang tidak menentu, sangat penting untuk selalu siap dengan cuaca apapun. "Malaysia memiliki cuaca yang cukup panas," kata Abdoul. "Kamu harus mempersiapkan diri untuk setiap kondisi cuaca," tambahnya. "Kuala Lumpur adalah kota metropolis yang sangat sibuk," kata Mahadi, "mahasiswa harus siap dalam segala cuaca, serta banyak tantangan contohnya seperti transportasi sekitar kota".

Carilah perkumpulan yang supportive

"Menjadi seorang siswa internasional, bergabung dalam komunitas mahasiswa internasional banyak membantu saya," Ornwara bersama. Sebagai Presiden yang baru terpilih di Perhimpunan Mahasiswa Internasional UM (UMISA) dan perhimpunan ini telah membantunya selama dia di Malaysia. Sekarang, dia melakukan hal yang sama kepada mahasiswa internasional yang baru. Bukan hanya mengorganisir kegiatan yang menyenangkan bagi para anggotanya, UMISA juga telah membantu kesejahteraan mahasiswa. "Kami bekerja sama dengan International Student Centre untuk membantu siswa yang baru datang ke Malaysia," katanya. "Saya merasa komunitas ini sangat membantu karena tidak hanya mencakup akademisi, tapi juga mengenai gaya hidup kita."

Amal menambahkan bahwa penting bagi mahasiswa untuk bersikap ramah. "Kamu perlu mendapatkan teman sebanyak mungkin. Bukan hanya menjadi rencana cadangan bila kamu menghadapi masalah, tetapi menjadi pendukung kamu"

Mereka perlu memastikan bahwa mahasiswa merasa nyaman bahkan pada hari pertama mereka. "Pada awal setiap semester, kami memiliki upacara penyambutan untuk mahasiswa baru" kata Nuntasinee. "Jika mereka menghadiri orientasi, pasti mereka akan mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan," tambahnya. "Hari Orientasi ini sangat membantu," kata Abdoul. "Mereka akan memberikan informasi yang dibutuhkan."

Hud Hanapi, Assistant Registrar of the Institute of Graduate Studies mengungkapkan "UM menyajikan kehidupan kampus yang unik di Malaysia; kami memiliki komunitas yang sangat kuat dan aktif." Dia menyarankan para mahasiswa untuk lebih aktif dalam segala bidang, bukan hanya akademisi. sehingga dapat bertemu orang baru dan mengalami kehidupan kampus yang menarik dan menyenangkan.

Atur waktu kamu dengan bijak

"Pelajari cara mengelola waktu kamu," kata Amal. "Kehidupan kuliah akan lebih sulit jika kamu tidak dapat menyesuaikan waktu kamu" katanya. "Manajemen waktu sangat penting," tambah Mahadi. Mahasiswa jangan berharap untuk bimbing setiap saat,  "Ketika kamu pergi ke universitas, kamu diharapkan untuk membuat semuanya sendiri. Ini dimana mahasiswa akan mencoba berbagai hal baru" katanya. "Banyak dari mereka berpikir kuliah menjadi sebuah perjalanan yang sangat mudah, tapi sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan."

Stay Positive!

Sekarang kamu tahu trik tentang bagaimana untuk bertahan hidup di universitas top di Malaysia, jangan lupa untuk menikmati tempat tinggal kamu di UM. "Karena Jurusan yang saya pilih mempunyai kurikulum yang cukup sulit, saya bersyukur karena profesor saya sangat ramah dan selalu membantu saya," ucap Amal. "Bagi saya, menjadi positif sangat penting," tambahnya.

"Jika mereka datang dengan penampilan yang positif, itu dapat menjamin mereka untuk dapat memenuhi kriteria kuliah di UM," kata Nuntasinee. "Mereka harus bersedia dan memiliki sikap ingin belajar," pungkasnya.

Akhirnya semua ini bergantung pada bagaimana kamu membuat sebagian dari pengalaman kamu di University of Malaya. Apakah tips ini akan membantu kamu atau tidak, pastikan kamu memiliki kehidupan akademik dan sosial yang seimbang, serta pandangan optimis hidup dan keterbukaan untuk belajar pengalaman baru. Setelah semua, kehidupan tidak berakhir di University. Ini semua bergantung dengan bagaimana kamu akan menerapkan keterampilan bertahan hidup ini setelah kamu meninggalkan bangku sekolah dan ini menjadi ujian hidup yang harus dihadapi.

So are you ready to enter UM?

(Sumber Foto Cover Gov Insider Asia)

Diposting pada 09 Okt 2017
Aplikasi Kuliah, Kehidupan Mahasiswa, Kuliah di Luar Negeri, Tips & saran

Bagikan ini