Ketahui Zika Sebelum Terlambat

Virus Zika.

Infeksi Virus yang dimiliki keluarga Flaviviridae yang merupakan Zoonosis (Penyakit hewan yang dapat menyebar ke manusia. Virus ini diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang aktif pada pagi hari hingga sore. Virus ini biasanya disebut sebagai penyakit Zika (Zika disease) atau demam Zika (Zika Fever). Pada tahun 1948, Virus Zika ini ditemukan dari monyet di hutan Zika, Uganda dan telah berhasil isolasi. Tapi beberapa waktu kemudian negara Afrika, Asia, Mikronesia Amerika Latin, Karibia kembali melaporkan penemuan virus zika ini.

Akibat dan gejala dari Virus Zika.

Sekilas virus ini hampir menyamai demam dengue. Gejala awal pasien akan merasakan demam secara tiba-tiba, tidak bertenaga, mempunyai kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta tubuh akan merasakan nyeri otot dan sendi. Yang membuat ini berbeda dari infeksi virus Dengue, mata sang pasien akan merah karena radang konjungtiva atau konjuntivitis dan sakit kepala.

Virus ini sangat berbahaya kepada ibu hamil karena berbagai laporan di luar negeri menyatakan jika sang ibu terinfeksi akan menyebabkan bayi dalam kandungan terinfeksi yang menyebabkan kepala kecil/ mikrosefali. Lain kata ketika lahir bayi ini akan mengalami kelainan kepala hingga perkembangan otaknya terganggu.

Pencegahan dan pengobatan.

Menurut pernyataan official KEMENKES RI, Negara Singapura terbukti adanya virus Zika dan pemerintah sudah mengeluarkan travel advisory untuk mecegah masuknya virus ini ke Indonesia. Semua pengunjung yang datang atau tiba khususnya dari negara terinfeksi akan di lakukan pengecekan darah dan pemberian health alert card.

Selain itu kita juga perlu mengantisipasi penyakit ini dari rumah masing-masing seperti melakukan 3M PLUS, Menguras, Menutup, Memanfaatkan barang bekas & Plus kegiatan pencegahan seperti yang dianjurkan KEMENKES RI.

Untuk saat ini belum ditemukan vaksin/ obat tertentu untuk menyembuhkan virus ini. Jadi menurut para dokter penanganan paling efektif dengan meningkatkan asupan vitamin C, E, B dan A untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang dapat membentuk perlawanan alami terhadap virus ini. Tentunya dibutuhkan juga istirahat yang cukup dan banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Untuk kalian yang mempunyai sebarang pertanyaan dapat menghubungi Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan email kontak@kemkes.go.id.

Sumber: KEMENKES RI

 

Diposting pada 09 Okt 2017
Berita, Kehidupan Mahasiswa

Bagikan ini