Kendaraan masa depan buatan mahasiswa Universitas Indonesia.

Rencana pembuatan mobil listrik ini sebenarnya sudah menjadi riset mahasiswa indonesia jauh sebelum pemerintah melakukan kampanye mobil listrik. “Sampai berakhirnya kontrak UI dengan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), lalu diluncurkanlah. Sehingga ini program pemerintah melalui Kemenristek Dikti, dananya LPDP,” ungkap Adhitya, Wakil ketua Molina UI. Program pemerintah ini menunjuk 5 universitas iaitu, UI, UGM, ITB, ITS dan UNS untuk membuat kendaraan listrik dan UI ditunjuk untuk membuat bus listrik sementara universitas lainya diminta untuk membuat city car. Ia menjelaskan, pemerintah memiliki misi untuk memproduksi kendaraan listrik secara massal sehingga bisa dijual ke masyarakat. Namun, untuk mencapai titik itu diperlukan tahapan yang panjang. Untuk membuat kendaraan dengan tenaga listrik ini dibutuhkan 9 tahapan hingga berakhir dalam produksi dan penjualan. Pihak universitas hanya bertanggung jawab dalam tahap pertama hingga ke empat, badan uji kelayakan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) itu tahap empat sampai tujuh. Baru di tahap tujuh sampai sembilan itu industri, bagian akhir dalam produksi massal dan menjual. Sehingga sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi). Wakil ketua Molina UI ini memprediksi dalam 50 tahun mendatang kendaraan listrik akan menjadi primadona dan tentunya kendaraan ini akan mengantikan mesin konvensional yang kurang ramah lingkungan.

Dikutip dari, news.okezone.com

 
Diposting pada 09 Okt 2017
Berita

Bagikan ini